Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan membantu Tiongkok dalam skenario invasi ke Taiwan. Pernyataan ini merupakan penegasan ulang politik luar negeri bebas-aktif dan prinsip non-intervensi, bukan perubahan kebijakan baru. Sikap Indonesia berlandaskan pada pengakuan Kebijakan Satu Tiongkok, yang mengakui Pemerintah RRT di Beijing sebagai pemerintah sah. Namun, pengakuan politik ini tidak berarti komitmen militer. Indonesia menolak campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain dan mendorong penyelesaian damai antara Beijing dan Taipei melalui diplomasi. Pernyataan ini penting untuk mencegah kesalahpahaman dan memperjelas bahwa Indonesia tidak akan terjerat dalam konflik bersenjata terkait Taiwan, sambil tetap menavigasi ketegangan global dengan menjaga netralitas aktif dan kedaulatan.